SMS : 0858 0  

Pengunjung



Web Site Hit Counter
First Date Advice







Umroh Murah 2015




Berkah Herbal Menjual Lebih Dari 500 Produk Herbal



Artikel

  • Panduan Memilih Air Conditioner

    Sebagai alat penyejuk ruangan, AC (Air Conditioner) sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup bagi yang berkemampuan untuk memilikinya. Namun demikian, agar manfaat AC dapat diperoleh secara maksimal ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian sebelum memutuskan untuk membeli AC. Walaupun tersedianya anggaran tidak menjadi hambatan dalam memilih AC, tidak ada salahnya jika sebelum membeli AC agar memahami sedikit data teknis tentang AC.

    Apabila kita mencari tahu tentang AC, informasi yang disajikan selalu dihubungkan dengan besarnya kapasitas dalam satuan ukuran yang disebut PK, antara lain ½ PK, ¾ PK, 1 PK dan ukuran lainnya yang lebih besar. PK (Paard Kracht/Daya Kuda/Horse Power (HP) pada AC mencerminkan satuan daya pada compressor AC bukan daya pendingin AC.

    Sedangkan daya pendinginan AC dikenal dengan ukuran BTU (British Thermal Unit). Besaran PK dihubungkan dengan daya pendingin AC (BTU) sebagai berikut :

    PK BTU/hr  
    ½   5.000
    ¾   7.000
    1   9.000
    12.000
    2 18.000

    Setelah mengetahui data teknis AC, bagaimana menentukan besarnya PK AC yang harus dibeli?.
    Untuk menentukan PK yang sesuai bagi ruangan yang akan dipasang AC, terlebih dahulu kita harus menghitung dengan menggunakan rumus berikut:

     

    (P) Panjang ruangan (m) x (L) Lebar ruangan (m) x (T) Tinggi ruangan/3 (m) x 500

    Catatan : angka 500 merupakan koeffisien volume untuk setiap 1m3 (P x L x T)= 500 BTU/hr.
    Contoh:
    Ruangan kamar berukuran panjang 5 m, lebar 3 dan tinggi standar 3 m. Maka hasil perkaliannya menjadi 5 x 3 x 3/3 x 500 = 7500. Maka setelah dicocokkan dengan tabel diatas, angka tersebut berada diantara 7000 dan 9000, jadi dapat digunakan AC dengan ¾ PK atau 1 PK.

    Sebagai saran, sebaiknya digunakan AC berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat menyesuaikan dengan ukuran ruangan.


    Pemilihan AC juga tidak terlepas dari daya listrik terpasang dari PLN, karena itu perlu diteliti pemakaian listrik atas setiap merk dan jenis AC. Pemakaian/konsumsi listriknya dapat berbeda walaupun dengan merk dan PK yang sama, karena setiap produsen AC memproduksi berbagai varian AC untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan data teknis berbagai merk AC didapat informasi bahwa semakin murah AC, konsumsi listrik yang digunakan semakin tinggi. Pemakain listrik yang tinggi tentu mengakibatkan tagihan listrik akan membengkak.

    Untuk mengetahui pemakaian listrik yang dipakai, berikut ini dipaparkan simulasi biaya listrik yang dikeluarkan untuk sebuah alat elektronik AC.

    Berikut ini daftar kebutuhan listrik dari kapasitas masing-masing AC secara umum :

    Kapasitas AC AC Standard AC Low Watt AC Inverter

    AC   ½ PK

    400 Watt

    320 Watt

     

    AC   ¾ PK

    600 Watt

    530 Watt

     

    AC    1 PK

    840 Watt

    660 Watt

    225 - 920 Watt

    AC 1½ PK

    1170 Watt

     

      270 - 1070 Watt

    AC    2 PK

    1920 Watt

     

      300 - 1710 Watt

    AC 2½ PK

    2570 Watt

     

    350 - 2200 Watt

    Contoh :
    AC 3/4 PK dengan daya 600 Watt
    Digunakan selama 12 jam sehari selama 30 hari
    Biaya per kwh listrik Rp.800 / kwh
    Maka Biaya yang dibutuhkan selama 30 hari pemakaian AC tersebut adalah
    = (600/1000) x 12 x 30 x 800 = Rp. 172.800,- (perbulan)